Penerapan TI pada Agribisnis Kabupaten Tasikmalaya

Posted: September 17, 2008 in catatan harian
Tag:

saya rasa patut diterapkan, karena bila tidak sekarang….kita akan ketinggalan jauh !

Teknologi Informasi bukanlah hal yang tabu lagi bagi masyarakat tasikmalaya, santri maupun pesantren pun pasti setuju jikalau pemanfaatannya digunakan secara maksimal dan terarah. bagi sebagian warga kabupaten tasikmalaya TI ini merupakan bukanlah hal yang mahal lagi tetapi…. sayangnya hanya sebagian kecil saja mungkin hanya 3 – 5 % dari jumlah warga tasikmalaya. padahal kalau dari segi materi TI bukanlah barang yang LUX, setuju kan ? untuk mendapatkan sebuah komputer saja yang lengkap cukup mengeluarkan uang 1,5 juta. komputer itu sendiri sudah lumayan layak pake dengan spesifikasi : P 3 800 MHz, ram 256 mb, hdd 10/20 gb, vga + soundcard onboard + printer baru. mungkin karena ketidak transparansian dunia TI, kata orang tua…”akh bapa mah poek tentang nu kitu mah” beberapa org hampir kebanyakan bilang begitu, setelah selusur demi selusur ternyata pengenalan dunia TI memang nyaris dibawah 15 % di kabupaten tasikmalaya kepada masyarakat. minimnya layanan publik teknologi informasi yang memadai menjadi hambatan utama, seperti contoh : Provider Internet ( ISP ) yang murah dan terjangkau, mungkin sekarang2 ada Speedy dari Telkom, tetapi hanya untuk yang berada jarak 5 kilometer dari lokasi jalur Fiber Optik Telkom dan NOCnya. daerah penyangga ibukota kabupaten pun nyaris tidak tersentuh, termasuk saya menggunakan fasilitas internet mobile dari operator selular.

strategi dan pengenalan TI memang sekarang sudah mulai terasa walaupun sayup-sayup..

SMA dan SMP RSBI mulai digalakkan…tetapi sekali lagi hanya milik sebagian gelintir orang saja,,uang pangkal yang menjulang tinggi dan tidak terjangkau lamun teu maksakeun mah..

pembangunan SMK-SMK berbasis Teknologi Informasi seperti SMK Alhuda Sariwangi yang kini berjumlah murid baru lebih dari 200 siswa merupakan suatu hal yang sangat menggembirakan,,belum ditambah oleh SMK TI Singaparna dan Ash SHofa, yang saya rasa sangat banyak sekali jumlahnya…nah disni kita juga terbentur masalah Kompetensi dari para Guru2 terutama mata kuliah Produktif bidang TI, fasilitas untuk learning TI yang paling MURAH adalah internet, dari internet sejuta bahkan tak terhingga ilmu TI bisa didapatkan..dari mulai masalah sampai ke penyelesaian/ solusinya sudah terdapat disana..tetapi belum adanya fasilitas sarana dan wadah atau suatu standar/acuan sebagai usaha untuk meningkatkan kompetensi para pendidik yang menjadi ujung tombak menjadi hambatan utama.

TI tidak berhubungan dengan visi Kab. TSM yaitu Agribisnis ?

kata siapa ?,

TI bisa dijadikan Sarana Komunikasi Standar Harga bagi Petani misal CCTV yang menampilkan daftar Produk dan Harga terkini tiap harinya sehingga penanggulangan oleh sebagian kecil/ maaf dalam hal ini ” bandar nu hawek ” bisa diminimalisir. menjadi suatu acuan/standar harga dari pemerintah kabupaten tasikmalaya sendiri sehingga para petani bisa memasarkannya dengan sendiri yang secara otomatis tingkat para pendapatan petani akan meningkat.

TI bisa dijadikan Sarana Edukasi Agribisnis, dengan adanya Sebuah Statsiun Televisi yang terjangkau sinyalnya oleh masyarakat diseluruh kabupaten tasikmalaya yng menampilkan berita ataupun pendidikan tentang pertanian kepada masyarakat sangat efektif, program deptan tentang pengadaan 10ribu THL Penyuluh di seluruh wilayah indonesia akan sedikit terbantu dengan adanya suatu komuniklasi interaktif dari para petani, terutama rasa keingintahuannya tentang cara mengolah ataupun manajemen cocok tanam.

TI sebagai Sarana Pemasaran, pengenalan Produk-produk pertanian Tasikmalaya kepada masyarakat Indonesia bahkan Dunia akan lebih terbantu dengan adanya media interaktif jarak jauh secara langsung dan transparan. tidak ada sistem PA/PA tetapi BLT.

pengenalan sumber daya alam Tasikmalaya yang Melimpah dan sangat-sangat subur dan Produktif apabila mempunyai suatu manajemen yang Transparan, Terarah, Terprogram dan Valid/ dapat dipercaya akan meningkatkan daya tarik investor asing untuk ikut berinvestasi tidak secara langsung dengan syarat tidak memakai sistem yang menekan Petani. menurut saya masih banyak kok investor asing yang peduli pada Global Warming, mau memberikan pinjaman lunak.

Insyaallah, upami menejemen Teknologi Informasina terkelola dengan baik tidak akan menjadi Senjata Makan Tuan bagi Diri Sendiri. mari kita hilangkan rasa tabu kiat terhadap teknologi informasi yang kedengarnya cuman dengan internet itu ada filem yang tidak layak, gambar yang tidak layak dan file2 perusak. tetapi masih banyak ilmu pengetahuan ataupun informasi yang secara tidak langsung akan berguna bagi yang membutuhkan. apalagi dengan masyarakat Tasikmalaya yang religius Islami ini menjadi tameng yang utama penyalahgunaan teknologi informasi.

Saya minta maaf seribu maaf apabila pada tulisan saya ada yang kurang berkenan bukan bermaksud menggurui tetapi hanya mengungkapkan opini..

haturnuhun

wasalam

chepy

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s