Posted by: Chepp on: Oktober 19, 2008
Metode Deskriptif yaitu menggambarkan semua data yang kemudian dianalisis dan dibandingkan berdasarkan kenyataan yang sedang berlangsung dan selanjutnya mencoba untuk memberikan pemecahan masalahnya. Terdapat beberapa model umum yang digunakan sebagai dasar dari pengembangan perancangan sistem, yaitu :
a. Waterfall/Linear Sequential/Classic Life Cycle model.
b. Prototyping model.
c. RAD (Rapid Applications Development) model.
d. Evolutionary model.
Perancangan sistem dalam Skripsi ini secara garis besar akan mengikuti langkah-langkah pada model Classic Life Cycle model, sehingga model inilah yang akan dibahas selanjutnya.
Alasan dari pemilihan pendekatan model Classic Life Cycle model ini adalah :
1. Menghindarkan desain dari proses yang bersifat eksperimental atau coba-coba (trial and error).
2. Input, output serta proses yang ada dalam sistem yang akan dikembangkan sudah cukup jelas karena berangkat dari pemahaman sistem yang telah ada.
3. Visibilitas proses pengembangan sistem akan lebih terjamin dibandingkan dengan menggunakan model prototyping yang juga sering digunakan.
Tahapan-tahapan dalam model Classic Life Cycle model adalah sebagai berikut:
1. Analisis/Definisi Kebutuhan
Ada dua aktifitas pada tahap ini yaitu:
a. Analisis Kebutuhan, yang menghasilkan garis besar kebutuhan.
b. Definisi Kebutuhan, yang menghasilkan dokumen kebutuhan. Dalam tahap ini, sistem analis harus menggali informasi mengenai fungsi, sifat, tujuan dan kendala-kendala yang ada di dalam sistem, yang kemudian dituangkan menjadi definisi kebutuhan yang jelas.
2. Desain Sistem dan Software
Tahap ini terdiri atas:
3. Implementasi dan Testing Unit
Dalam tahap ini, desain yang telah dibuat diterjemahkan dalam bentuk kode program yang dapat dieksekusi dan dimengerti oleh mesin. Kemudian dilakukan pengujian tiap-tiap program atau unit program untuk memperbaiki error dalam penulisan kode dan untuk meyakinkan bahwa fungsi-fungsi yang dibentuk dapat berjalan sesuai keinginan. Tujuan tahap ini adalah untuk menghasilkan unit program yang dapat dieksekusi dan valid.
4. Integrasi dan Testing Sistem
Dalam tahap ini unit program yang telah dibuat dan valid akan diintegrasikan dengan unit program lainnya, dan kemudian dilakukan pengujian secara keseluruhan. Tujuan dari tahap ini adalah untuk menjamin software/program yang dibuat dapat terintegrasi dengan baik dan siap untuk diaplikasikan/digunakan oleh user. Biasanya tahapan ini diterapkan jika sistem yang dibangun sangat besar dan terbagi menjadi beberapa subsistem yang lebih kecil, dan masing-masing dikembangkan oleh tim yang berbeda.
5. Operasi dan Perawatan
Tujuan dari perawatan sistem ialah agar sistem yang telah dikembangkan dapat mengakomodasi perubahan-perubahan yang terjadi pada lingkungan sistem, sehingga kegiatan operasional dapat berjalan dengan baik. Di tahap perawatan, fase-fase awal pengembangan sistem diterapkan kembali.
Dalam penerapannya, tahap-tahap ini saling tumpang-tindih dan saling ambil informasi satu sama lain. Pada tahap desain, permasalahan mengenai definisi dan kebutuhan terungkap; dalam tahap pengkodean, masalah mengenai desain baru ditemukan; dan seterusnya. Pada kenyataannya, tahap-tahapan tersebut bukan model linear yang sederhana, akan tetapi juga melibatkan banyak penyesuaian proses yang dilakukan. Chepy:2005.
pak.. bisa tolong jelasin ttg penjelasan ttg RAD ga??
Juni 5, 2009 pada 10:57 pm
thank you